KULONPROGO, KOMPAS.com — Jasad Budi Setiawan (21), satu dari dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Janabadra, Yogyakarta, yang tenggelam di Pantai Glagah, Sabtu kemarin, Minggu (6/3/2011) dini hari berhasil ditemukan tim SAR.
Jasad Budi tersangkut pada beton cor tripod bangunan pemecah gelombang (break water). Dengan ditemukannya jasad Budi, maka seluruh korban tenggelam sudah berhasil ditemukan. ”Setelah dicari lebih dari enam jam, akhirnya kedua korban berhasil kami temukan,” kata komandan regu SAR Glagah, Sugeng.
Menurut dia, upaya evakuasi terhadap jasad Budi tidak bisa dilakukan secara cepat. Butuh waktu sekitar satu jam untuk bisa mengangkat ke atas daratan. Sebab, badan pemuda nahas ini terjepit di beton bertulang. Saat diangkat terlihat beberapa luka di tubuhnya yang diduga akibat terbentur pemecah ombak.
Musibah ini mendapatkan perhatian dari Pemkab Kulonprogo. Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo pun ikut mendatangi lokasi kejadian. Pemkab juga membantu kepulangan jenazah. ”Keduanya adalah mahasiswa, sudah menjadi kewajiban kami membantu mereka,” ujar Toyo.
Selain Budi Setiawan, satu korban lainnya adalah Elfan Aprin Sinaga. Keduanya merupakan warga Medan, Sumatera Utara. Satu mahasiswa lainnya, Printo Kubela (25), warga Ambon, Maluku, berhasil menyelamatkan diri setelah sempat ikut terbawa gelombang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kedua korban ini tenggelam ketika sedang mandi di muara Sungai Serang yang berbatasan langsung dengan pantai.


mohon ijin untuk menjadikan judul di atas sebagai judul syair syair sya, yang insyaAllah akan di pentaskan pada tanggal 5 Juli 2013 di Probolinggo...
BalasHapusmohon konfirmasinya...
082334142526 (Wisnu Korek)